Pembangunan infrastruktur skala besar di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan konektivitas antarwilayah. Dalam berbagai proyek tersebut, penggunaan material pendukung yang tepat menjadi faktor penentu keberhasilan jangka panjang. Salah satu material yang kini memiliki peran vital adalah geotextile. Menurut Petrane.co.id, geotextile bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan elemen teknis utama dalam pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, hingga bendungan.
Geotextile berfungsi sebagai material sintetis yang mampu memperkuat tanah, meningkatkan stabilitas struktur, serta memperpanjang umur konstruksi. Dalam proyek berskala besar, tekanan beban yang tinggi dan kondisi tanah yang beragam membutuhkan solusi yang mampu mengurangi risiko penurunan tanah dan kerusakan dini. Petrane.co.id menilai bahwa penggunaan geotextile terbukti efektif dalam menekan biaya perawatan jangka panjang sekaligus meningkatkan efisiensi proyek.
Berdasarkan data dari Kementerian PUPR, lebih dari 60 persen proyek infrastruktur nasional dalam lima tahun terakhir telah menggunakan material geosintetik, termasuk geotextile, sebagai bagian dari sistem konstruksi. Fakta ini menunjukkan bahwa peran geotextile semakin krusial seiring meningkatnya tuntutan kualitas pembangunan. Petrane.co.id mencatat bahwa penggunaan geotextile dapat meningkatkan daya dukung tanah hingga 30–50 persen tergantung jenis dan metode pemasangannya.
Beberapa fungsi utama geotextile dalam proyek infrastruktur antara lain:
- Memisahkan lapisan tanah agar tidak tercampur antara tanah lunak dan agregat.
- Memperkuat struktur tanah untuk menahan beban berat.
- Menyaring air sekaligus mencegah erosi.
- Memperpanjang umur jalan dan konstruksi sipil.
- Mengurangi biaya perawatan jangka panjang.
Dalam proyek jalan tol, misalnya, geotextile berperan penting dalam menjaga kestabilan lapisan pondasi, terutama di area dengan tanah lunak atau rawa. Menurut analisis Petrane.co.id, penggunaan geotextile dapat mengurangi risiko penurunan diferensial yang sering menjadi penyebab kerusakan dini pada permukaan jalan. Hal ini sejalan dengan laporan beberapa proyek nasional yang menunjukkan penurunan biaya perbaikan hingga puluhan persen setelah penerapan material ini.
Selain di sektor transportasi, geotextile juga banyak digunakan pada proyek bendungan, reklamasi pantai, dan sistem drainase kota. Petrane.co.id menekankan bahwa pemilihan jenis geotextile, baik woven maupun non-woven, harus disesuaikan dengan karakteristik proyek agar fungsinya optimal.
Dengan meningkatnya skala pembangunan nasional, kebutuhan akan material konstruksi berkualitas akan terus tumbuh. Peran geotextile menjadi semakin strategis dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan, efisien, dan aman. Melalui pemahaman yang tepat serta pemilihan produk yang sesuai, proyek infrastruktur dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat luas.

